Apakah orang Kristen boleh bercerai?

Apakah orang Kristen boleh bercerai?

Banyak hamba Tuhan yang tidak setuju dengan perceraian.
Mereka berpikir cerai dalam perkawinan adalah dosa besar yang tidak bisa di ampuni lagi dan pasti masuk neraka, setidaknya itulah kesan yang diberikan.
Ayat yang menjadi landasan adalah Mat 19:5 Dan firman- Nya: Sebab itu laki- laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan Isteri nya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. “

Juga dalam Mark 10:8-9 yang isinya juga sama.

Tapi tidaklah demikian kakunya, harusnya Firman Tuhan dibaca secara menyeluruh.. Hamba-hamba Tuhan yang sangat menentang perceraian lupa akan ayat-ayat selanjutnya.
Coba baca Mat 19 dan Mark 10 secara keseluruhan.
Tuhan Yesus juga mengijinkan perceraian.
Mat 19:9 karena Zinah boleh menceraikan
Mark 10:11-12 masih ada kemungkinan cerai.

Jadi cerai bagi orang Kristen masih dimungkinkan, tapi tidaklah semudah itu. Karena Tuhan melihat hati.. Dia tahu apa motivasi anda bercerai. Karena kekudusan atau karena nafsu semata.
Maka dari itu apabila orang Kristen bercerai, dan untuk tetap hidup dalam kekudusan, hendaklah ia tidak kawin lagi. Tapi bila tidak tahan atau takut jatuh dalam perzinahan, hendaklah ia berdamai dengan pasangannya.
Hal ini juga yang di ajarkan Rasul Paulus dalam 1 Kor 7:11
Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan Isteri-nya.

Hidup dalam keKristenan memang sebaiknya tidak bercerai dan hidup damai dengan semua orang.

Yang menjadi pertanyaan, apabila bukan karena perzinahan, apa bisa cerai?
Bagaimana kalau suami/istri sakit gila? Suka menyiksa, memukul (KDRT) terhadap pasangan dan anak-anak. Apa harus tetap serumah dan hidup dalam kebencian dan ketakutan?
Apakah harus tetap mempertahankan rumah tangga yang sudah sangat parah? Apakah harus tunggu dibunuh atau melihat kehidupan anak-anak hancur? Apa itu berkenan di mata Tuhan?
Di sinilah kita harus cerdas,
Pertama-pertama kita harus tahu apa maksud Firman Tuhan dalam perkawinan dan apa artinya pula perkawinan dalam hukum negara.

Dalam Firman Tuhan jelas Mat 19 adalah landasannya. Tuhan tidak menghendaki adanya perceraian, hidup kudus dalam perkawinan adalah yang Tuhan inginkan.
Sekali menikah cukup sudah, kecuali dipisahkan oleh maut.
Tapi apakah tidak tinggal bersama dengan pasangan termasuk perceraian dalam Tuhan?
Sebaiknya tinggal bersama, tapi ada baiknya berpisah karena alasan tertentu itu dimungkinkan.

Bercerai dalam hukum negara adalah jelas dalam status. Jelas ini tidak melanggar Firman apabila degan alasan yang sangat jelas, bukan untuk kepentingan pribadi. Bukanlah sebuah dosa berpisah dalam status hukum negara. Dengan catatan berpisah bukan untuk kawin lagi, tapi hidup kudus dan hidup dalam Kasih anugerah Allah semata.

Terkesan sangat aneh, tapi memang dimungkinkan, walaupun bukan suatu solusi yang terbaik dalam kehidupan berumah tangga, tapi terkadang dalam etika Kristen itu harus dilakukan.

Misalnya : kita tahu dalam Kristen membunuh itu berdosa, bahkan tertulis jelas dalam 10 hukum taurat. Tapi andaikan ada perampok yang masuk rumah kita dengan membawa golok bermaksud untuk menjarah dan membunuh. Apakah berdosa bila kita membunuh perampok itu? Tentu tidak, sebab kalau kita diamkan, perampok tersebut akan membunuh anak istri kita seluruh keluarga kita. Itu sama saja kita membunuh seluruh keluarga kita. Dengan membunuh perampok tersebut maka kita menyelamatkan seluruh keluarga kita. Itulah etika Kristen.
Ingat Firman juga mengatakan, apabila kita tahu apa yang baik, tapi kita tidak melakukannya sama saja kita berdosa.

Kembali dalam kasus rumah tangga, apabila pasangan kita telah berubah karakter, menjadi buas dan suka menyiksa dan melakukan KDRT bahkan terhadap anak-anak , bahkan terkesan hendak membunuh, lalu apa yang harus dipertahankan? Lari segera mungkin dari rumah, selamatkan anak-anak, itu yang harus dilakukan. Lakukan perceraian secara hukum negara untuk mendapat jaminan keselamatan.. Berpisah adalah solusi walau bukan yang terbaik tapi harus dilakukan demi anak-anak. Keselamatan dan pertumbuhan jiwa mereka adalah hal utama yang harus diselamatkan.

Setelah berpisah, berdoalah, minta ampun dan minta berkat atas pasangan kita. Doakan agar Roh merubah karakternya. Tetap berharap ia mendapat pelajaran dari kejadian ini. Bila ia benar-benar berubah, kita dapat menerima kembali. Itulah yang sempurna , apabila pasangan kita tidak bisa berubah menjadi baik, tetaplah hidup sendiri dan membesarkan anak-anak dalam kasih. Tidak menyimpan dendam

Hallelujah
Salam Kasih Kristus.

Tuhan memberkati.

5 comments on “Apakah orang Kristen boleh bercerai?

  1. Saya punya pacar..dan pacar saya sudah pernah menikah, tapi mereka sudah tidak akur lagi..pernikahan mereka hanya bertahan sekitar 2 bulan lebih, suaminya bejad dan meninggalkannya lalu saat ini sudah berpaling dengan wanita lain. sebelum mereka menikah, saya dan pacar saya sebenarnya sudah berpacaran, karena suatu hal kami berpisah, saya meninggalkan dia (putus) dan dia menikah dengan pria lain, dan ketika mereka tidak akur lagi, entah siapa awalnya…tapi yang jelas kami dipertemukan kembali dan membuat 1 komitmen kalau kami tidak akan pernah berpisah..tapi sebagai umat kristiani saya dan pacar saya sangat menjaga kekudusan Firman Tuhan..dulu saya pernah berpikir ” jika saja aku bisa memutar waktu kembali, aku tidak akan pernah pergi meninggalkan dia..” dan saat ini kesempatan itu ada, dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan dia selamanya..karena setelah dulu dia sempat menikah, saya slalu memikirkannya..5 tahun lamanya sya menyendiri (jomblo) tahun ke 3 saya sempat “move on” dan sya berpacaran dengan wanita lain tapi hubungan itu tidak bertahan lama..hingga akhirnya sekarang kami dipertemukan kembali. Saat saya dipertemukan kembali dengan dia, saya berpikir “apakah ini cara Tuhan menjawab doa saya?” “kenapa kami harus dipertemukan kembali?” ada sebuah lagu “jika memang kaulah tulang rusuk ku, kau akan kembali pada tubuh ini..” bener kah demikian adanya jika dia jodoh ku yang diberikan Tuhan untuk ku?” Tapi saya tidak berani cepat-cepat ambil keputusan karena saya masih menjaga kekudusan Firman Tuhan. Dia masih muda dan usia pernikahan mereka hanya 2 bulan lebih. Pertanyaan saya, apa yang harus kami lakukan? apakah dia selamanya harus menyendiri? apakah kami tidak bisa dipersatukan kembali? jika tidak, kenapa sya harus dipertemukan kembali dengan dia? padahal dulu saya sudah berniat untuk menghapus dari kehidupan saya, dan biarlah dia hanya menjadi masa lalu saya, karena sebenarnya saya sangat mencintai dia. Saya mau “move on” dan mencoba melupakan dia, membuka lembaran cerita baru dikehidupan saya. Tapi kenapa kami harus dipertemukan kembali??? Dan saat ini kami sudah punya komitmen untuk bersama selamanya..tapi saya gak bisa berbuat apa-apa karena saya takut melanggar Firman Tuhan. Lalu, apa yang harus saya lakukan? Mohon bantu saya diberikan pencerahan. Terimakasih. Postingan di atas sangat bagus sekali. Tapi saya masih bingung dengan maksud dari Firman Tuhan. Mohon dibantu pencerahannya. Sukses buat admin.

    • Bro John…
      Tidak mudah untuk mengatakan boleh apa tidak dengan kasus yang anda alami.
      Pertama anda sudah tahu bahwa Tuhan tidak menginginkan adanya perceraian.hanya bisa dilakukan dengan kasus2 tertentu.
      Kedua mantan pacar telah menikah dan tidak jelas sudah cerai apa belum…
      Ketiga apa anda yakin Tuhan menginginkan anda menikah atau anda sendiri yang menginginkan hal itu??

      1 Kor 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah

      Jadi bila anda ingin menjadi anak Tuhan yang sungguh2 maka anda harusnya hanya melakukan yg Tuhan kehendaki.Lakukan segala sesuatu hanya untuk Kemulian Allah… jadi tidak ada lagi agenda pribadi. Sehingga kita dapat berkata hidupku bukannya aku lg tp Kristus yg hidup dalamku.

      hidup itu pilihan… pikirkan kembali anda benar2 yakin mantan anda adalah jodoh dari Tuhan atau bukan? apa ia benar2 mencintai anda atau hanya sebuah pelarian belaka? Apakah anda benar2 mencintainya atau hanya nafsu…?? Apakah cinta harus saling memiliki??

      BERDOALAH ….MINTA BIMBINGAN ROH KUDUS DAN KEMUDIAN PIKIRKAN KEMBALI.

      TUHAN YESUS MEMBERKATI.

  2. Pasangan suka memancing marah dan senang membuat kita sedih,, itu bagaimana? Rasanya saya ingin pisah. Dari sejak menikah 3 tahun lalu kami tidak pernah tinggal bersama karena alasan pekerjaan. Sampe skrng anak kami 1 dan dia kami titip d neneknya. Itu bagaimana? Apa yg harus kami lakukan? Kami sering bertengkar bahkan hampir tiap hari,, dan sepertinya dia ada WIL, mohon bantuannya. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s